Showing posts with label Madinah. Show all posts
Showing posts with label Madinah. Show all posts
Saturday, January 31, 2009
Masjid Jum'ah
Masjid Jumaah adalah sebuah masjid yang berada berhampiran dengan Masjid Quba. Masjid ini adalah masjid yang mula-mula sembahyang fardu Jumaat didirikan oleh Nabi s.a.w.Pada ketika khutbah Jumaat sedang diberikan oleh Nabi s.a.w. terdapat 40 orang sahabat sebagai jamaah jumaat pada ketika itu.Namun segerombolan pedagang dari Syam datang berhampiran masjid ini untuk memperdagangkan barang dagangan mereka, ketika itu seramai 26 orang sahabat meninggalkan Nabi yang sedang berkhutbah untuk bersama-sama melihat barang dagangan di luar masjid. Selepas 26 orang meninggalkan Nabi yang sedang berkutbah kemudian diikuti pula oleh 10 orang sahabat pada ketika itu hanya berbaki 4 orang sahabat bersama-sama Nabi s.a.w. Pada saa itu turun ayat di dalam surah al-Juma'ah.
Masjid pertama tempat dilaksanakan sholat Jum'at oleh Rasulullah SAW, setelah hijrah ke Madinah bersama kaum muhajirin itu, masih terpelihara dengan baik. Akan tetapi, jamaah haji yang berkunjung kesana hanya bisa berdoa diluar pintu, karena masjid tersebut hanya dibuka pada waktu-waktu sholat saja.
Gua Sajadah/Haji 2008
Setelah beberapa ketika Baginda s.a.w. berada di Gua Sajadah, Nabi s.a.w. didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. membawa Khabar berita dari Allah S.W.T.tentang hukum bertaubat dalam kalangan umat Nabi Muhammad s.a.w.Ternyata hukum bertaubat dalam kalangan umat Nabi Muhammad s.a.w.adalah berbeza sama sekali dengan hukum bertaubat dalam kalangan umat terdahulu.Malaikat Jibril menerangkan bahawa cara bertaubatdalam kalangan umat Muhammad s.a.w. ialah dengan cara menyesali dan berazam tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Hukum taubat ini sama sekali berbeza dengan hukum bertaubat terhadap umat terdahulu.Keadaan tersebut menyebabkan Nabi bersyukur dan bangun dari dalam Gua Sajadah lalu sujud kepada Allah S.W.T.
Kesan tapak kaki Rasulullah s.a.w
Setelah beberapa tahun Nabi s.a.w. berhijrah ke Madinah al-Muwawwarah,sedang ayat-ayat al-Quran berkaitan suruhan dan larangan terus diturunkan kepada Nabi s.a.w.pada ketika itu menyebabkan Nabi s.a.w merasa gelisah dan menaruh rasa bimbang terhadap keupayaan umatnya untuk menanggung perintah suruhan dan larangan dari Tuhannya.Kebimbangan Nabi s.a.w. bersandarkan kepada umat terdahulu,apabila mereka melanggar peraturan dan ketetapan Allah maka mereka dikehendaki bertaubat dengan membunuh diri mereka barulah kesalahan mereka terampun.Atas kebimbangan dan rasa gelisah tersebut Nabi s.a.w. menyendiri di Gua Sajadah dan sebelum sampai ke puncak bukit yang menempatkan gua tersebut sebelah kanan telapak kaki Nabi s.a.w. telah meninggalkan kesannya di atas batu seperti di dalam gambar di atas.
Friday, January 30, 2009
Masjid Qiblatain dan Masjid Quba'
Masjid Qiblatain
Disebelah Barat Laut Masjid Nabawi kurang 4 Km ada sebuah masjid yang bermenara dua berwarna putih bersih sangat cantik dan anggun. Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq. Pada permulaan Islam,orang melakukan salat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerussalem/Palestina. Pada tahun ke 2 Hijriyah hari senin bulan Rajab waktu Rasulullah sedang melaksanakan salat zuhur di masjid Bani Salamah ini, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144.
Dalam salat dhuhur tersebut mula-mula Rasulullah SAW menghadap ke arah Masjidil Aqsa tetapi setelah turun ayat tersebut di atas,beliau menghentikan sementara,kemudian meneruskan salat ke Masjidil Haram. Dengan terjadinya peristiwa tersebut maka akhirnya. Masjid ini diberi nama masjid Qiblatain yang berarti Masjid berkiblat dua.
MASJID Qiblatain atau sering juga disebut sebagai Masjid Dua Kiblat, berada sekitar 4 kilometer di sebelah barat laut Masjid Nabawi. Masjid ini berwarna putih tampak sangat indah, memiliki dua menara dan berada di tepi jalan raya.
Masjid Qiblatain disebut Masjid Dua Kiblat, karena ketika itu Rasulullah SAW sedang menjadi imam sholat zuhur dan sudah menyelesaikan dua rakaat. Pada saat itu turun perintah Allah SWT agar Rasulullah dan jamaah masjid mengubah kiblat dari Baitul Maqdis di Masjid Aqsha di Palestina ke Ka'bah di Masjidil Haram Makkah. Menaati perintah itu, Rasulullah bersama jamaah sholat segera mengubah arah 180 derajat tanpa menghentikan sholat yang sedang dilaksanakan.
Masjid Quba
MASJID Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. Di masjid inilah Rasulullah dan para sahabat sholat berjamaah secara terbuka. Masjid ini mengambil nama lokasinya yaitu sebuah kampung bernama Quba. Jaraknya sekitar 4 kilometer di sebelah selatan Masjid Nabawi. Diriwayatkan bahwa kala itu hampir setiap hari Sabtu Rasulullah SAW sholat di masjid ini. Karena itu Rasulullah menganjurkan kepada umat muslim agar berziarah dan sholat di Masjid Quba, mengingat pahalanya sama dengan menunaikan ibadah umroh.
Pada masa Umar bin Abdul Aziz menjadi Gubernur Madinah, Masjid Quba dipugar dan dilengkapi dengan bangunan menara untuk azan. Masjid dihiasi dengan ukiran. Setiap berganti kepemimpinan, Masjid Quba selalu direnovasi hingga pada masa Sultan Mahmud II (1245 H) sampai putranya Sultan Abdul Majid.
Pemugaran besar-besaran terjadi pada masa pemerintahan Raja Faisal bin Abdul Aziz pada 1388 H, sehingga Masjid Quba dibangun moderen. Dilanjutkan oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz pada 1405 H yang memperluas masjid.
Masjid Quba sekarang memiliki 56 kubah kecil dan enam kubah besar, dengan empat menara azan. Bagian tengahnya yang terbuka ditutup dengan terpal yang bisa bergerak secara elektrik. Masjid Quba bisa menampung sekitar 20.000 jamaah.
Masjid Fasah /Masjid Ijabah
Masjid Ijabah
MASJID lainnya adalah Masjid Al Ijabah. Masjid ini juga disebut masjid bani Mu\'awiyah karena berada di perkampungan kaum Anshar, bani Mu'awiyah bin Malik bin Rauf. Masjid ini dinamakan Masjid Ijabah, karena Rasulullah SAW berdoa dalam masjid ini tiga kali, kemudian Allah SWT mengabulkan dua doanya dan menolak yang ketiga.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah bersada aku meminta kepada Tuhanku tiga hal, Ia memberiku dua hal dan menolak satu hal. Aku meminta kepada Tuhanku agar tidak membinasakan umatku dengan kelaparan, Ia mengabulkannya, aku meminta kepada-Nya agar tidak membinasakan umatku dengan banjir besar, maka Dia mengabulkannya. Aku meminta kepada-Nya agar tidak dijadikan petaka umatku karena perselisihan sesama mereka, Dia menolaknya. (HR Muslim 2890).
Sholat di Masjid Al Ijabah terasa menenteramkan hati. Waktu kami sempat ikut sholat Ashar berjamaah di masjid ini.
Masjid Al Ijabah berada sekitar 385 meter sebelah utara pemakanam Baqi, atau sekitar 580 meter dari Masjid Nabawi. Masjid ini dipugar oleh Raja Fahd bin Abdul Azis pada 1418 H/1977. Luas masjid ini sekitar 1.000 meter persegi, beratap, dan pada bagian depan masjid terdapat kubah setinggi 13,7 meter, dilengkapi menara setinggi 33,75 meter.
Masjid Al Jumuah. Dinamakan demikian karena Rasulullah SAW pertama kali melaksanakan sholat Jumat di masjid ini ketika datang dari perkampungan Quba menuju Madinah Al Munawwaroh. Nama lain masjid ini juga disebut Masjid Bani Sali, Masjid Al Wadi, Masjid Al Ghubaib, dan Masjid Atikah.(rusli haudy)
Masjid Fasah
Subscribe to:
Posts (Atom)
